Faucet Birds

Berita komplit seputar teknologi, lifestyle, kesehatan dan remaja yang menambah wawasan bagi pembacanya.

Selasa, 14 April 2020

Cara Test Corona dengan Menggunakan Rapid Test

Penularan virus corona yang sangat cepat dan sulit untuk dikendalikan membuat sebagian negara seperti Italia dan Amerika kelabakan menghadapi ancaman wabah tersebut. Oleh karena itu saat ini penggunaan rapid test digunakan untuk melakukan test corona. Hingga saat ini di berbagai belahan negara yang sudah terjangkit virus corona menggunakan rapid test yang nantinya digunakan untuk pemeriksaan lebih lanjut mengenai pasien yang diduga terjangkit Covid -19. Akan tetapi meskipun saat ini sudah banyak sekali negara yang menggunakan rapid test untuk pemeriksaan virus tersebut.

Akan tetapi meskipun sudah banyak negara yang menggunakan alat tersebut, tetapi pada kenyataannya masih banyak sekali masyarakat yang kurang begitu jelas bagaimana cara penggunaan rapid test tersebut. Bagaimana cara kerjanya dan siapa saja yang boleh menggunakannya. Sebagai informasi bahwasanya rapid test ini ditujukan untuk mereka yang dalam pemantauan (ODP) . Sebagai informasi bahwa ODP adalah orang-orang yang dilansir memiliki gejala virus corona dengan gejala yang ringan, seperti contohnya adalah sedang mengalami demam dengan suhu tubuh 38⁰ Celsius. Tidak hanya demam saja akan tetapi orang tersebut juga memiliki gejala seperti pilek dan batuk kering serta memiliki riwayat kontak langsung dengan pasien yang positif Covid -19.

Sebagai informasi bahwasanya penggunaan rapid test bisa saja menunjukkan hasil yang negatif palsu apabila orang yang diberikan test saat itu berada dalam kondisi sedang window period infeksi. Bila masih belum memiliki gejala atau bisa disebut dalam masa inkubasi, IgM atau IgG tidak bisa secara jelas dideteksi oleh rapid test yang digunakan untuk test tersebut. Oleh karena itu, siapa saja yang memiliki riwayat langsung dengan pasien positif Covid -19 apabila ingin menggunakan test dengan menggunakan rapid test harus menunggu sekurang-kurangnya 2 minggu setelah melakukan interaksi. Maka dari itu, setelah masa inkubasi tersebut telah lewat bisa dikatakan disitulah pasien akan memasuki fase awal infeksi yang kemudian ditandai dengan IgM dengan hasil yang positif sedangkan untuk IgG nya menunjukkan hasil negatif.

Karena dipercaya mampu untuk mendeteksi apakah seseorang terinfeksi Covid -19 atau tidak, saat ini sudah banyak sekali penjualan rapid test yang dilakukan secara online. Akan tetapi banyak dari peneliti kesehatan yang menjelaskan bahwa dalam pembelian rapid test harus memperhatikan mulai dari spesifikasi sampai dengan tingkat sensivitasnya. Oleh karena itu, saat membelinya sangat dianjurkan pada Anda untuk tidak sembarangan dan diharapkan harus berhati-hati. Saat ini sudah banyak sekali kurang lebih ada 60 jenis rapid test yang dijual di pasaran internasional yang memiliki spesifikasi dan sensitivitas yang berbeda-beda.

Apabila Anda membeli rapid test yang tidak memiliki kualitas yang bagus, maka hasilnya akan menunjukkan negatif. Padahal sebenarnya pasien yang melaksanakan test tersebut adalah pasien yang positif Covid -19. Karena orang tersebut tidak tahu hasil yang sebenarnya maka keadaan tersebut bisa sangat berbahaya bagi dirinya sendiri dan mungkin akan menularkan pada orang lain yang berinteraksi dengan pasien tersebut.

Test corona dengan menggunakan rapid test sebenarnya sangat membantu untuk bisa segera tahu hasilnya apakah seseorang positif atau negatif Covid -19. Karena kondisi rapid test yang sudah banyak sekali beredar di pasaran dan mungkin seseorang bisa sangat dengan bebas membelinya, maka pemerintah Indonesia memberikan arahan bahwa tidak pernah diizinkan untuk memperjualbelikan rapid test secara bebas karena sebenarnya bila digunakan dan hasilnya palsu bisa membahayakan banyak orang.